Allah
SWT menciptakan Jin dan manusia untuk beribadah kepada-Nya. Namun dalam
melaksanakan tugasibadah tersebut, manusia selalu mendapat gangguan dari
syaitan. Hal ini akibat dari Iblis yang menolak bersujud kepada Nabi Adam
ketika Nabi Adam diciptakan oleh Allah. Atas penolakan tersebut, maka Allah
menghukum Iblis bahwa kelak ia akan kekal di neraka. Iblis siap menerima
hukuman itu, tapi ia meminta satu hal kepada Allah, yaitu agar diizinkan
menggoda manusia hingga hari kiamat. Manusia yang berhasil digoda maka akan
masuk neraka, menjadi teman iblis dalam mengarungi hari-hari tanpa akhir di
neraka.
Iblis
adalah Syaitan / Setan. Syaitan adalah isim
sifat. Semua makhluk yang bersifat buruk adalah Syaitan. Hal ini tercantum
dalam surat An-Nas bahwa setan terdiri dari Jin dan Manusia. Ibnu Qoyyim
Al-Jauziyah dalam kitab Qawaid Ruqyah menyatakan
bahwa syaitan itu ada 2 jenis:
1.
Syaitan yang bisa
dilihat
2.
Syaitan yang
tidak bisa dilihat (ghaib )
Syaitan
yang bisa dilihat adalah manusia. Sedangkan syaitan yang tidak bisa dilihat
adalah Jin. Tugas syaitan adalah mencelakai manusia, meskipun tanpa perintah
dari pihak lain, misalnya dukun. Jadi ada perintah maupun tidak ada perintah,
setan tetap akan menggoda dan mencelakai manusia. Semua manusia yang buruk
adalah Syaitan, sedangkan manusia baik adalah Muslim. Begitu pula dengan Jin.
Semua Jin yang buruk adalah Syaitan, sedangkan Jin yang baik adalah Jin Muslim.
Kesimpulannya,
tidak semua Jin adalah Syaitan. Sedangkan semua Syaitan yang tidak bisa dilihat
(ghaib ) pasti adalah Jin.
Syaitan
dari golongan Jin itu ada 2 jenis: yaitu yang bekerjasama atau mendapat
perintah dari Dukun / Paranormal / Orang Pintar, dan Jin yang tidak bekerjasama
atau tidak mendapat perintah dari siapapun. Ada Jin yang menggoda manusia atas
perintah dari Dukun, atau bisa dikatakan Jin itu bekerjasama dengan Dukun. Namun
ada Jin yang tanpa perintah siapapun tetap menggoda dan mencelakai Manusia. Jin
yang bekerjasama dengan Dukun bisa memberikan efek lebih dahsyat kepada Manusia
dibandingkan Jin yang tidak bekerjasama dengan Dukun.
Jin
yang tidak bekerjasama dengan Dukun biasanya bertugas membisikkan suatu godaan
kepada Manusia. Jin seperti ini biasanya tinggal di dada manusia. Ada pula yang
tugasnya memperindah tubuh wanita ketika wanita tersebut keluar rumah tanpa
menutup aurat dengan sempurna. Dan tugas-tugas lainnya yang tidak memberikan
efek atau mudharat yang dahsyat. Jadi Jin yang tidak bekerjasama dengan Dukun
hanya sebatas membisikkan, menggoda, mempercantik aurat, dsb. Tidak lebih dari
itu.
Kenapa
ada Jin yang bisa menyakiti manusia sehingga ada manusia yang terkena sihir?
Hal ini karena Jin bekerjasama dengan manusia, biasanya dengan Dukun atau
Paranormal. Jin memang punya 4 kemampuan. Pertama,
bisa merubah wujud. Ia bisa menyerupai seseorang. Misalnya ada seorang
laki-laki bernama Maman. Suatu pagi, Maman berangkat kerja seperti biasa. Namun
anehnya beberapa menit kemudian Maman pulang ke rumah. Ternyata itu bukan
Maman, melainkan Jin. Ia bisa masuk ke rumah Maman dan bisa menyerupai Maman
karena Maman kurang rajin beribadah dan di rumahnya sangat jarang oarang
membaca Al-Qur’an.
Kedua, Jin bisa terbang dan menyelam. Jin jenis ini termasuk
yang paling banyak dijumpai kasusnya. Salah satu contohnya, ada seseorang yang ngelmu dengan cara tarikan nafas, Jin
yang sedang terbang itu disedot, lalu dimasukkan ke perut. Oleh gurunya, orang
tersebut diminta membayangkan bahwa di perutnya ada laci. Ilmunya (atau lebih
tepatnya: Jin nya) suruh dimasukkan ke laci tersebut, kemudian dikunci. Lalu
kunci nya dibuang. Nah, orang tersebut ketika kelak suatu saat bertaubat dan
ingin diruqyah, ini cukup sulit. Karena sugesti dari guru nya tersebut begitu
kuat. Ketika diruqyah, biasanya Jin nya akan sangat frontal, mengeluarkan
jurus-jurus, mengamuk sampai merusak benda-benda yang ada di sekitarnya. Para
Peruqyah harus hati-hati ketika melakukan Ruqyah terhadap orang yang memiliki
kasus seperti ini. Kemudian Jin yang bisa menyelam (hidup di air) biasanya bisa
di “tarik” dengan ritual berendam (orang Jawa menyebutnya Kungkum ). Pernah dijumpai suatu kasus dimana seseorang mendapatkan ilmu dengan cara berendam di malam hari.
Pada jam 2 malam airnya menggelegak luar biasa. Orang seperti ini ketika
diruqyah maka reaksinya luar biasa. Biasanya orang yang punya “ilmu” ini ketika
diruqyah akan meunduk. Tangannya mencengkram ke lantai. Kepalanya menunduk.
Jin
yang menyelam memberikan efek yang berbeda dengan Jin yang terbang. Jin yang
menyelam memberikan Power kepada
“tuan” nya berupa kewibawaan atau
Kecantikan. Orang yang ingin kewibawaan atau aura nya terbuka biasanya
ritualnya berupa mandi kembang. Orang seperti ini (yang sering mandi kembang)
ketika bertaubat kemudian diruqyah, biasanya akan merasakan sakit di dada atau
sesak nafas. Karena Jin nya tinggal di dada. Kalau perempuan, cirinya adalah
sering erep-erep (tindihan) atau
sering melihat penampakan di rumahnya.
Ketiga, Jin bisa mengalir di peredaran darah. Jin inilah yang
bisa merasuki manusia. Ia bisa tinggal di mata, di kedua telinga, di tangan, di
kaki. Ia bisa tinggal dibagian tubuh manusia manapun.
Keempat, Jin bisa mengangkat benda. Sebagai contoh, ada orang
yang membuka klinik pengobatan. Ia bisa mengeluarkan paku dari tubuh pasien.
Hal ini bisa terjadi dengan dua kemungkinan. Pertama, itu adalah trik sulap.
Kedua, ia memerintahkan Jin untuk membawa paku tersebut, baik dari dalam tubuh
si Pasien maupun dari tempat lain.
Kami
pernah kedatangan pasien dengan kasus: uangnya hilang. Uang sebanyak 4 juta
diganti dedaunan. Kemudian pada waktu lain, uangnya berganti kain kafan. Pernah
juga perhiasan emas berganti batu. Alhamdulillah
setelah diruqyah tidak terjadi lagi hal seperti itu.
Ke
4 kemampuan Jin di atas, tidak akan bisa diaplikasikan tanpa adanya persekutuan
dengan manusia. Kenapa Jin yang bekerjasama dengan Dukun bisa memberikan efek
yang lebih dahsyat dibandingkan dengan Syaitan biasa (Jin yang tidak
bekerjasama dengan Dukun) ? Jawabannya adalah: karena Jin itu bisa kuat dengan
cara memanfaatkan kesalahan Dukun itu. Apa kesalahan Dukun itu? Yaitu perbuatan
Syirik nya (menyekutukan Allah). Ketika Dukun meminta bantuan Jin, maka Jin nya
menjadi kuat. Sebenarnya Jin itu lemah. Tapi kenapa Jin bisa membuat orang
sakit? Bisa membuat toko sepi pembeli? Bisa membuat suami istri bercerai? Itu
karena ada Dukun yang meminta pertolongan kepada Jin. Permintaan tolong kepada
Jin adalah perbuatan Syirik. Perbuatan
Syirik inilah yang menjadi energi atau baterai bagi Jin , sehingga Jin nya
kuat. Analoginya begini: HP bagaimanapun canggihnya, tetap tidak akan bisa
digunakan kalau tidak ada baterai nya. Begitu pula dengan Jin. Sehebat apapun
Jin, tetap tidak akan bisa melakukan apa-apa kalau tidak ada perbuatan Syirik
dari Manusia atau Dukun.
Kenapa
ada Jin yang mendatangi manusia lalu menawarkan kekuatannya? Misalnya ada
seseorang yang bermimpi didatangi oleh Ratu yang sangat cantik lalu diberikan
mahkota. Semenjak itu orang tersebut jadi tambah cantik, bisa melihat alam
gaib, dan bisa menaklukan para Jin. Nah, Jin yang berbentuk Ratu itu menawarkan
kekuatan karena ia Butuh Energi dari
orang tersebut. Ketika orang tersebut setuju untuk memakai kekuatan Jin itu,
maka Jin itu menjadi kuat. Orang seperti ini jika Diruqyah maka Jin nya akan
sulit untuk keluar, karena ia masih kuat akibat dari kesalahan/perbuatan syirik
orang itu.
Maka
jika ada orang dengan kasus seperti itu datang kepada kita dan minta diruqyah ,
minta ia untuk bertobat terlebih dahulu. Cara bertaubat nya bisa
bermacam-macam. Bisa dengan minta dia menuliskan dosa-dosanya di selembar
kertas. Tulis semua dosa syirik disana. Misalnya pernah mendatangi suatu tempat
yang dianggap keramat, pernah mandi kembang, mandi koin, dll. Kemudian bimbing
ia untuk mentaubati semua dosa-dosanya itu. Jin yang semula kuat, begitu
orangnya taubat, langsung melemah. Tanda melemahnya macam-macam. Bisa dengan
bergetar ketika proses Ruqyah dimulai. Atau bisa juga dengan tanda lainnya. Jin
nya mulai ketakutan. Jin nya ingin keluar, tapi tidak tahu jalan keluarnya
kemana. Untuk itulah pentingnya para Peruqyah membimbing jalan keluar lewat
mana. Jalan keluar yang paling aman dan paling umum adalah lewat mulut.
Jangan kaget ketika Pasien sedang mengobrol
dengan kita mengenai keluhannya, kemudian kita bimbing untuk istighfar dan
bertaubat, dia mulai bereaksi. Kalau sang Pasien telah benar-benar ikhlas
melepaskan ilmunya, melepas semua kesyirikannya, maka insya Allah reaksi nya tidak frontal. Maka Ruqyah tidak perlu
dilakukan banyak orang. Ketika si Pasien ikhlas melepas ilmunya dan
sungguh-sungguh bertaubat, Jin nya akan melemah. Pasien tidak akan
ngamuk-ngamuk. Namun demikian tetap harus ada beberapa persiapan yang harus
dilakukan sebelum meruqyah.
Untuk lebih jelasnya mengenai paparan di atas, silakan tonton video di bawah ini:
VIDEO